Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah pengendara roda dua dari arah Kemanggisan Utama berhenti di dekat fly over Slipi dekat dengan Pasar Slipi Jaya.
"Yang enggak kuat, sudah perih, minggir, di atas (fly over Slipi) makin parah," teriak salah satu warga di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lumayan terganggu ini, saya kan biasa kerja di lapangan, gara-gara ada ini jadi harus berhenti dulu," ujar dia.
"Baru keluar saya, baru bawa satu ini, baru mau yang kedua jadinya saya cancel juga," ucapnya.
Anggota Dalmas menembakan gas air mata ke arah massa yang tak terkendali dari jalan layang Slipi Jaya, Jakarta, Rabu (22/5). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal) |
Tak hanya pengendara yang terhenti, petugas Pemelihara Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye pun terganggu kerjanya. Mereka sempat menghentikan pekerjaan untuk mencuci muka dan membersihkan gas air mata yang menempel di wajahnya.
Beberapa dari pasukan oranye itu pun membagikan masker kepada pengendara yang melewati jalan Kemanggisan Utama menuju ke arah Slipi.
Namun, meskipun sisa gas air mata masih menyengat, beberapa pasukan oranye tetap membersihkan sisa-sisa kericuhan di wilayah Slipi hingga Jatibaru, Jakarta Pusat. Salah satu petugas PPSU di Kemanggisan menyebutkan ia sudah bekerja sejak subuh.
"Pas ricuh mereda kami sudah mulai, tadi habis subuh mulai bersihin," ucapnya.
Sementara itu, di sekitar wilayah Jalan Brigjen Katamso hingga Jatibaru, petugas PPSU juga membersihkan sisa-sisa kericuhan. Pagar Pembatas jalan yang rusak di sekitar Jalan KS Tubun arah Jatibaru pun mulai dikumpulkan untuk kemudian dibawa ke Kelurahan Kota Bambu Utara.
"Ini dikumpulin dulu soalnya suka diambilin sama orang, nanti bakal dipasang lagi sama orang Dishub DKI," ucapnya.
Flyover Slipi di Jalan Brigjen Katamso sempat menjadi medan bentrok antara aparat kepolisian dengan massa pada Rabu (22/5). Kerusuhan itu merupakan buntut dari peristiwa sebelumnya di sekitar Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat sejak Selasa (21/5).
[Gambas:Video CNN]
(sah/pmg)
