Luky mengklarifikasi insiden penyebab markas polisi tersebut dibakar. Berdasarkan info yang berkembang, massa menanyakan beberapa temannya di Jakarta yang dikabarkan ditangkap.
"Sesuai berita, ada salah satu tokoh agama Madura yang tidak bisa keluar dari Thamrin minta didoakan," kata Luky diikuti rombangan pejabat Pemkab dan Pemprov di Sampang, Kamis (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu itu ternyata merambat ke Sampang. Di hari itu juga massa bergerak mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan sebagian mendatangi Mapolsek Tambelangan.
Isu itu, ungkap Luky ternyata tidak benar. Ulama Madura yang dikabarkan ditangkap di Jakarta diketahui dalam kondisi baik-baik saja dan sudah pulang.
Lihat juga:Markas Polisi di Sampang Dibakar Massa |
"Masyarakat terprovokasi. Padahal kejadian yang sebenarnya tidak ada Ulama Madura yang tertangkap di Jakarta," ujarnya.
Luky mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam menerima informasi. Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi dan terpancing. Sehingga keadaan bisa dikendalikan.
Diberitakan sebelumnya, Mapolsek Tambelangan Sampang, Jawa Timur dirusak dan dibakar massa, Rabu (23/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Nampak, sejumlah mobil dinas dan kendaraan lain yang terparkir di Mapolsek juga hangus terbakar.
Jumlah massa yang tak sebanding dengan polisi membuat aksi massa tak dapat dikendalikan. Sebelum dibakar, massa merusak Mapolsek dengan cara melemparinya dengan batu.
[Gambas:Video CNN]
(nrs/ain)