Pasalnya, ribuan massa rusuh melempari aparat kepolisian dengan batu. Ia bahkan mengaku ingin melibas massa tersebut jika masih aktif sebagai perwira TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kantor saya itu berdampingan dengan Bawaslu jadi saya lihat semua kejadian di Jakarta itu," kata Luhut.
"Polisi itu masih nahan diri, jadi teman teman semua kalau ada yang mengatakan polisi bertindak keterlaluan saya lihat sendiri sampai jam 9 malam. Janjinya itu hanya sampai maghrib tapi polisi memberi waktu sampai selesai tarawih," kata dia.
Tak hanya itu, Luhut menduga bahwa massa perusuh tersebut adalah massa bayaran. Hal itu berdasarkan informasi yang didapatnya dari seorang staf yang, melihat langsung bagaimana ada transaksi yang terjadi.
Diketahui, aksi demonstrasi 21-22 Mei dinodai aksi kericuhan oleh massa, yang disebut polisi, bayaran. Mereka berbeda dengan massa yang berdemo dengan damai. Ratusan orang pun ditangkap karena melakukan penyerangan pada polisi dengan melempar petasan, batu, serta merusak fasilitas umum.
[Gambas:Video CNN]
(frd/arh)