Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan para pelaku juga merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat negara dan seorang pemilik lembaga survei.
Iqbal membeberkan tersangka pertama yang diringkus berinisial HK. Ia menyebut HK ditangkap di Lobi Hotel Megaria, Jakarta, Selasa (21/5), sekitar pukul 13.00 WIB. HK disebut berperan sebagai pemimpin kelompok, mencari senpi, dan mencari eksekutor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka ketiga (adalah) IR. Berperan sebagai eksekutor. Menerima uang Rp5 juta. Ditangkap pada hari Selasa (21/5), sekira pukul 20.00 WIB di Pos Peruri, kantor security di Jalan KPBD Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat," ujarnya.
TJ yang diketahui menerima Rp55 juta berperan sebagai eksekutor serta menguasai senpi rakitan laras pendek colt 22 dan senpi rakitan laras panjang colt 22.
"TJ ini kami periksa urinenya positif amfetamin dan metamfetamin. Kadang-kadang memang orang yang ingin keberaniannya meningkat mereka menggunakan itu," ujar Iqbal.
Tersangka kelima yang diringkus, kata Iqbal, adalah AD di kawasan Jakarta Utara, Jumat (24/5), sekitar pukul 08.00 WIB.
"Hasil pemeriksaan urine juga positif amfetamin dan metamfetamin dan benzodiazepin. Dia lebih banyak lagi menggunakan narkoba," ujarnya.
Tersangka terakhir, kata Iqbal, adalah seorang perempuan berinisial AF yang ditangkap di Bank BRI, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/5).
AF diketahui merupakan pemilik dan penjual senpi ilegal revolver taurus colt 8 kepada HK. Ia menyebut AF menerima uang dari HK sebesar Rp50 juta dari hasil menjual senjata revolver taurus colt 8. (jps/wis)