Fadli Zon Minta TKN Tak Fitnah dan Cari Kelemahan BW

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 16:25 WIB
Fadli Zon Minta TKN Tak Fitnah dan Cari Kelemahan BW Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon meminta Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak mencari-cari kelemahan dan memfitnah Bambang Widjojanto (BW) yang kini menjadi ketua tim hukum pihaknya dalam sengketa PHPU Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut dia, BW adalah sosok yang memiliki lebih banyak kekuatan dibandingkan kelemahan.

"Jangan karena berada di posisi berbeda, kemudian dicari-cari titik lemah, kemudian fitnah. Tiap orang pasti punya kekuatan dan kelemahan. Tapi saya lihat BW banyak kekuatannya," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (27/5).


Dia berpendapat, BW adalah seorang mantan pemimpin KPK yang memiliki integritas, tidak punya masalah hukum, serta wajah masyarakat sipil yang independen.
Terkait protes yang pernah ia layangkan saat Kejaksaan Agung menghentikan kasus saksi palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2010 silam yang menjerat BW sebagai tersangka, Fadli berkata hal tersebut berada dalam konteks yang berbeda.

"Itu pada konteks tertentu, itu persoalan mekanisme hukum yang kita kritik," tuturnya.

Juru Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir mengingatkan MK untuk mewaspadai sepak terjang Ketua BW terkait sengketa PHPU Pilpres 2019.

Kata Inas, Bambang memiliki rekam jejak 'hitam' di MK ketika dia terjerat kasus menghadirkan saksi palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2010 silam. Dalam kasus itu, pada awal 2015, Bambang bahkan sudah ditetapkan jadi tersangka oleh Polri sebelum akhirnya dideponering kejaksaan.

"Jejak 'korupsi' hukumnya, jelas ada terutama dalam kasus saksi palsu. Dia menjadi tersangka," kata Inas dalam keterangan resminya, Senin (27/5).
Inas juga menyebut Fadli pernah memprotes penghentian kasus Bambang yang dinilai terlalu dipaksakan oleh Kejaksaan. Padahal perlu ada kepastian dan penegakan hukum atas kasus tersebut.

"Tapi sekarang kita lihat sendiri, mereka [BW dan Fadli Zon] berada di kubu yang sama. Sekarang apakah Fadli Zon tetap menuntut kepastian hukum kasus BW dulu?" ujar Inas.
[Gambas:Video CNN] (mts/ugo)