Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Malut Kombes Anton Setiyawan yang merupakan atasan langsung polwan berinisial NOS alias Nesti itu menyatakan Bripda Nesti sampai sejauh ini belum bisa disebut terpengaruh paham radikalisme.
Menurut Anton, Nesti diamankan kepolisian Jatim atas permintaannya lantaran meninggalkan tugas alias desersi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton menjelaskan penangkapan Nesti sesaat setelah mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, tersebut merupakan permintaan Polda Malut. Anton telah berkoordinasi langsung dengan Diskrimum dan Kabid Humas Polda Jatim.
Bripda Nesti diamankan kepolisian Jatim setelah mendarat di Bandara Juanda sekitar pukul 13 WIB, Minggu lalu. Ia datang dari Ternate menggunakan maskapai Lion Air. Dalam penerbangan tersebut, Bripda Nesti menggunakan identitas palsu atas nama Arfila M Said.
Kepolisian Jatim awalnya memberikan keterangan penangkapan tersebut terkait indikasi Bripda Nesti terpapar radikalisme. Namun belakangan pernyataan itu diralat dan Nesti dinyatakan diamankan lantaran meninggalkan tugas.
Kepolisian Maluku Utara sendiri sudah mengirim personel pada hari ini untuk menjemput Nesti.
[Gambas:Video CNN] (shr/pmg)