Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan rencana pembunuhan itu terbongkar setelah polisi menangkap seseorang berinisial HK.
Dedi menyebut aktor intelektual meminta eksekutor untuk membunuh pemilik lembaga survei terlebih dahulu sebelum membunuh empat tokoh nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Dedi menyatakan uang pembelian senjata yang akan digunakan untuk mengeksekusi empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei itu merupakan uang dalam pecahan dolar Singapura.
"Pendana yang kasih uang Rp150 juta, tapi dalam bentuk dolar Singapura ya. Kalau dirupiahkan Rp150 juta," ujar Dedi.
HK ditugaskan untuk mencari senjata api, mencari eksekutor, hingga eksekutor.
Dedi menyampaikan uang sebanyak Rp150 juta hanya untuk membeli senjata. Beberapa senjata yang berhasil dibeli, yakni satu laras panjang dan tiga laras pendek.
Adapun untuk honor, Dedi menyebut akan diberikan jika para eksekutor berhasil menyelesaikan tugasnya.
"Honor untuk melakukan aksinya nanti dikasih lagi," ujar Dedi.
[Gambas:Video CNN] (jps/ugo)