Mudik 2019, Tol Cisumdawu Jadi Jalur Alternatif

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 20:13 WIB
Mudik 2019, Tol Cisumdawu Jadi Jalur Alternatif Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyatakan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) hanya dibuka sebagai menjadi jalur alternatif saat arus mudik Lebaran 2019.

"Penggunaan Tol Cisumdawu itu sifatnya terbatas. Sebagai jalur alternatif, bukan sebagai pengurai arus mudik," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari, di Bandung, Selasa (28/5) seperti dilansir Antara.

Tol Cisumdawu itu bisa digunakan bagi pemudik yang melewati daerah Bandung, Sumedang, Majalengka, Cirebon.


Hery mengatakan penggunaan Jalan Tol Cisumdawu seksi dua fase dua yang terbentang dari Rancakalong-Sumedang sepanjang 5,5 kilometer akan diberlakukan andai jalur utama mudik Lebaran 2019 mengalami kepadatan.

"Jadi penggunaan Tol Cisumdawu apakah akan digunakan untuk arus mudik dan balik, itu sepenuhnya ada di tangan Korlantas Polri," kata Hery.


Hery mengatakan berdasarkan laporan dari Satuan Kerja Jalan Tol Cisumdawu soal kesiapan sarana prasarana sudah cukup baik, meski hanya satu jalur ke arah timur.

Tapi, sambungnya, ada yang patut diwaspadai muncul kepadatan lain karena titik keluar tol Cisumdawu itu merupakan jalan provinsi yang mungkin juga tak kalah ramai saat arus mudik lebaran 2019.

"Perlu diketahui bahwa ini hanya siap fungsi. Kedua, outlet-nya masuk jalan provinsi yang dimensinya tidak terlalu besar sehingga potensi bottle neck-nya ada, itu yang jadi perhatian kami di provinsi," kata Hery.

Selain itu, kata Hery, Dishub Jawa Barat juga mewaspadai kemungkinan antrean kendaraan pemudik memasuki terowongan kembar Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 547 meter.

Mudik 2019, Tol Cisumdawu Jadi Jalur AlternatifPekerja sedang membersihkan ruas jalan tol terowongan Cisumdawu di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/5). Jalan tol ini direncanakan menjadi jalur alternatif yang dibuka fungsional saat arus mudik Lebaran 2019. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)


Waspada Kemacetan Pasar Tumpah

Selain itu, Dishub Jabar pun mendeteksi risiko kemacetan yang terjadi akibat pasar tumpah di seluruh wilayah provinsi tersebut. Setidaknya, kata Hery, ada 21 pasar tumpah berpotensi menjadi titik kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 berlangsung.

Semua pasar tumpah itu berada di wilayah pantai utara (pantura) Jabar.

"Jadi khusus di wilayah pantura arteri nontol itu kami mencatat ada 21 pasar yang berpotensi jadi titik kemacetan sejak Karawang sampai Cirebon. Kemudian dari Patrol, Eretan sampai Losari, plus ada persimpangan," kata Hery.

Ia menjelaskan kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran biasanya terjadi karena berkaitan adanya hambatan samping seperti pasar tumpah hingga angkutan nonbermotor seperti becak dan delman.

"Selain itu, kemacetan saat mudik juga bisa disebabkan karena aktivitas wisata," kata dia.

Dia menjelaskan titik kemacetan arus mudik Lebaran 2019 diprediksi akan terjadi di wilayah utara dan tengah, sedangkan untuk jalur selatan Jawa Barat diprediksi tidak lagi menjadi titik kemacetan. Hery mengatakan titik kemacetan jalur tengah Jawa Barat meliputi kawasan Puncak Bogor, Bandung, Tasikmalaya hingga Banjar.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)