Sejauh ini, Moeldoko baru menyebut keterlibatan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal (Purn) Soenarko, yang diduga menyelundupkan senjata untuk kerusuhan 22 Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kami dalamin ya, kami memang sudah bisa merumuskan siapa aktor yang mencari senjata. Tetapi di balik senjata ini siapa aktornya, setelah senjata itu (dikirim) kami dalamin," ujar Moeldoko.
Terbaru, Tim khusus pencari fakta yang dibentuk oleh Komnas HAM mengantongi temuan bahwa korban meninggal akibat peluru tajam dalam aksi 22 Mei mencapai 3-4 orang. Tim tersebut sudah berkeliling menemui keluarga dari korban meninggal dan korban luka-luka di RS Tarakan, RS Budi Kemuliaan, RS Polri, dan RS Cipto Mangunkusumo.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)