Gus Yaqut juga menyesalkan jatuhnya korban di peristiwa tersebut. "Kita berduka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan atau kehilangan harta benda dalam kerusuhan itu. Kepada para perusuh dan aktor intelektual, mari sudahi cara berpikir picik agar tidak timbul korban selanjutnya," katanya di rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (28/5).
Ia menilai Polri dan TNI telah mengambil langkah-langkah tepat sehingga buntut kejadian itu tidak semakin meluas. Gus Yaqut mengapresiasi penangkapan terduga rencana pembunuhan terhadap para tokoh nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
21 tahun setelah reformasi terjadi, Gus Yaqut menyebut demokrasi Indonesia menunjukkan catatan positif. Ia mengajak para elite politik dalam negeri untuk tidak memainkan isu-isu negatif terkait Pemilu 2019. Baginya, saat ini yang penting adalah kembali membangun komunikasi agar ketegangan mereda.
Gus Yaqut mengatakan, para perusuh yang berniat tak baik telah kehilangan momentum setelah publik tak merespons dan justru mendukung pihak berwajib dengan memberi bunga kepada aparat, misalnya.
"Sepatutnya kita mencontoh tindakan terpuji mereka. Ini memperlihatkan para perusuh dan dalang kerusuhan sudah kehilangan momentum," kata Gus Yaqut. (rea)