Hal itu disampaikan Sekretaris Deputi IV Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Brigadir Jenderal Mamboying. Dia bicara dalam diskusi bertajuk 'Kita Indonesia, Kita Pancasila: Upaya Mengadang Hoaks dan Radikalisme' di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (28/5).
"Kami memiliki harapan kepada masyarakat. Di antaranya agar mempunyai rasa ikut memiliki negeri ini. Mempertebal jiwa nasionalisme serta bangga menjadi bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," kata Mamboying.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pancasila sudah teruji. Pancasila jangankan diubah, ditawar saja tidak bisa," kata Mamboying.
Kepala Subdirektorat Kontrapropaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel Sujatmiko mengatakan hal serupa. Dia yakin Pancasila adalah benteng utama dalam menjaga persatuan.
"Para penganut paham radikalisme pada dasarnya tidak menghargai ajaran leluhur. Sudah pasti bertentangan dengan Pancasila," ucap Sujatmiko.
[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)