Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, suhu di musim kemarau ini bisa mencapai lebih dari 30 derajat celcius. Tentu suhu tersebut bisa menimbulkan dehidrasi bagi para pemudik yang berjalan saat siang hari.
"Yang kami khawatirkan adalah dehidrasi. Beberapa hari lalu saja mencapai 34 derajat Celcius padahal belum puncak kemarau," kata Dwikorita di Jakarta, Selasa (28/5) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemudik mulai memadati Stasiun Senen. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Dwikorita menambahkan, para pemudik juga perlu mewaspadai kondisi mudah terbakar akibat kekeringan. Dia pun mengimbau agar pemudik tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di daerah jalur mudik.
Pada akhir Mei memasuki Juni bersamaan dengan arus mudik Lebaran berlangsung, sebagian besar wilayah Indonesian sudah memasuki musim kemarau.
Wilayah yang sudah memasuki musim kemarau tersebut antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Palembang, Lampung, sebagian Jawa bagian tengah memanjang dari perbatasan Jawa Barat, Jawa Tengah sampai perbatasan Jawa Timur.
Namun, lanjut Dwikorita, masih ada beberapa zona tertentu seperti Maluku, Papua di sekitar Puncak Jayawijaya, Papua Barat bagian tengah curah hujan masih cukup tinggi. Bahkan dari analisis BMKG di daerah-daerah tersebut masih berpotensi banjir.
Begitu juga dengan sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan sebagian Sulawesi Utara yang curah hujannya masih cukup tinggi, sehingga masih ada potensi banjir dan longsor.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)
Pemudik mulai memadati Stasiun Senen. (CNN Indonesia/Safir Makki)