Hipertensi, 15 Persen Sopir Kampung Rambutan Tak Layak Jalan

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Jun 2019 22:42 WIB
Anies menjelaskan para sopir yang tidak dianjurkan menyetir itu kebanyakan karena hipertensi akibat kurang tidur sehingga harus menunggu kondisi fit kembali.
Mudik lebaran 2019 di Kampung Rambutan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka posko untuk melakukan tes kesehatan berkala bagi sopir yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran idul fitri 2019 dari terminal Kampung Rambutan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan setidaknya hari ini ditemukan sejumlah sopir yang tidak layak untuk mengemudi.

"Ada sekitar 15 persen sopir yang tidak layak untuk mengemudikan. Kita bersyukur bahwa berhasil mengidentifikasi itu karena kalau tidak resiko kecelakaan di jalan," kata Anies di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu (1/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anies menjelaskan para sopir yang tidak dianjurkan menyetir itu kebanyakan karena hipertensi. Bisa jadi, kata Anies, banyak yang kurang tidur sehingga harus menunggu kondisi fit kembali.

"Kebanyakan karena tekanan darah tinggi mungkin karena kurang tidur lalu tekanan darah tinggi jadi enggak layak ada juga yang karena gula darah tinggi," ujar dia.


Sebelum mengemudikan bus setiap sopir harus diperiksa dulu kesiapannya.Posko serupa juga didirikan di sejumlah titik terminal di Jakarta sebagai antisipasi potensi kecelakaan.

"Karena faktor manusia menjadi meningkat ini yang kita pastikan. Kita juga sebelum mereka menyetir harus mendapatkan surat layak mengemudi itu dikeluarkan dinas kesehatan yang memeriksa," ujar Anies.


Hari ini Anies melakukan pemantauan di sejumlah titik, beberapa di antaranya Terminal Kampung Rambutan dan Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam pantauannya, Anies mengecek posko kesehatan, laktasi hingga fasilitas mudik lainnya.

[Gambas:Video CNN] (dal)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER