Cuaca Buruk 'Hantui' Momen Mudik 2019

ANTARA, CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 22:16 WIB
Cuaca Buruk 'Hantui' Momen Mudik 2019 Ilustrasi kepadatan lalu lintas saat mudik. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengimbau masyarakat yang akan mudik Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah untuk mewaspadai potensi cuaca buruk di sepanjang perjalanan.

"Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat indikasi peningkatan kelembaban atmosfer di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, seperti yang dikutip dari Antara, Sabtu (1/6).

Dia menjelaskan pemicu utama yang menyebabkan hal tersebut adalah aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), yang mulai memasuki wilayah Samudera Hindia (Kuadran 2).


"Kondisi ini dapat menimbulkan adanya daerah pusaran angin, pertemuan angin, dan perlambatan kecepatan angin yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ujarnya.


Diperkirakan pada 1-5 Juni potensi terjadi hujan deras antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung

Tak hanya itu cuaca buruk juga mengintai kawasan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua.

Tak hanya potensi hujan deras, ancaman dari angin kencang juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Banten, Jawa Barat, NTT, Maluku serta Papua.



Selain itu, ia menambahkan, ketinggian gelombang akan mengalami peningkatan dari 2,5 meter hingga 4 meter di Perairan Utara Sabang, Perairan Selatan Pulau Rotte-Kupang, Perairan Barat Aceh, Laut Sawu, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai.

Sementara itu Laut Timor Selatan NTT, Perairan Bengkulu - Pulau Enggano, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTT, Perairan Barat Lampung, Perairan Timur Kepulauan Wakatobi, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Laut Banda bagian selatan.

Kemudian di Selat Sunda bagian selatan Perairan Kepulauan Letti hingga Tanimbar-Perairan Selatan Jawa, hingga Sumbawa-Perairan Selatan Kepulauan Kei hingga Aru-Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Laut Arafuru-Perairan Selatan Pulau Sumba hingga Pulau Sawu.



Gelombang setinggi 4-6 meter juga berpotensi terjadi di Samudera Hindia Barat Bengkulu, hingga selatan Jawa.

Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang, dan gelombang tinggi.

[Gambas:Video CNN] (agr)