Kepala Humas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan volume kendaraan yang melintasi Nagreg didominasi kendaraan roda dua. Ia menduga kendaraan beroda empat banyak memilih menggunakan Tol Trans Jawa di jalur utara.
"Jadi daya tarik sendiri bagi masyarakat menggunakan jalan tol dan pemerintah pun memberlakukan sistem 'one way'," katanya di Posko Induk Dinas Perhubungan Nagreg, Kabupaten Bandung, seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat yang biasanya menuju Yogyakarta, Cilacap, hingga Surabaya beralih karena berpikir lebih cepat menggunakan jalan tol, belum lagi diberikan diskon," katanya.
Dishub tingkat provinsi yang melakukan perjalanan mudik gratis pun, kata dia, tidak hanya mengangkut orang.
Pihaknya juga menyediakan pengangkutan kendaraan yang ingin dibawa ke kampung halaman dengan menggunakan truk.
"Semoga ke depannya bisa lebih baik, belum lagi bakal ada Tol Cisumdawu serta Cigatas, sehingga titik kemacetan di Nagreg sampai Limbangan bisa teratasi dan masyarakat tidak terus dihantui kemacetan," katanya.
Berdasarkan data Traffic Counting (TC) Kendaraan Dishub Kabupaten Bandung, mulai H-7 hingga H-3 pukul 08.00 WIB, Minggu, jumlah kendaraan roda dua yang melintas 188.034 unit atau meningkat 3,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang 130 ribu lebih.
Untuk kendaraan roda empat dan kendaraan pribadi lainnya, dari H-7 hingga H-3 pagi, tercatat 92.052 unit. Selain itu, bus mini 5.045 unit dan bus besar 4.175 unit.
Dari hasil penghitungan persentase keseluruhan yang dilakukan Dishub Kabupaten Bandung, kendaraan roda dua yang melintas 57 persen, roda empat 39 persen, dan bus 11 persen. (antara/agi)