Kepala Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Terminal Pulo Gebang, Emiral August, mengatakan terjadi pergeseran puncak arus mudik di Terminal Pulogebang dibandingkan tahun 2018.
"Terjadi pergeseran puncak arus mudik. Kalau tahun lalu pada H-3, tahun ini pada H-6," ujar Emiral di Jakarta, Senin (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emiral mengatakan lonjakan penumpang mudik di terminal Pulogebang terlihat sejak tanggal 25 Mei atau H-11 Lebaran. Ketika itu, ada 5.000 penumpang yang berangkat dari Terminal Pulogebang. Di hari biasa, terminal Pulogebang hanya memberangkatkan 2.500 hingga 3.000 penumpang.
Kata Emiral, banyak penumpang yang berangkat sejak jauh-jauh hari dari Lebaran untuk mengantisipasi kepadatan penumpang.
Selain itu, katanya pemudik juga berusaha untuk mengantisipasi lonjakan harga tiket bus.
"Mereka berangkat lebih dulu, misalnya anak yang sudah libur. Mungkin anak dan istri jalan duluan untuk mengantisipasi kepadatan dan kemacetan dan harga tiket," kata Emiral.
"Sekitar sembilan persen," kata Emiral.
Pada H-7 hingga H-4 Lebaran 2019 total jumlah penumpang mencapai 39.870 orang. Sementara, pada 2018, total jumlah penumpang dari H-7 hingga H-4 mencapai 38.250 orang.
[Gambas:Video CNN] (jnp/ugo)