"Jeda hari sisa cuti bersama dengan waktu masuk kerja karyawan setelah Lebaran sangat sempit. Bisa dibayangkan kepadatannya. Arus mudik delapan hari, sementara arus balik hanya 4-5 hari," kata Budi melalui keterangan resmi, Senin (3/6).
Ia mengimbau masyarakat kembali ke kota asalnya pada 6, 7, dan 10 Juni. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan di satu waktu tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Perhubungan, kata Budi, bekerja sama dengan Korlantas Polri dan pihak-pihak lainnya guna menyiapkan strategi penanganan pada arus balik Lebaran.
Arus balik diperkirakan bakal menggunakan sistem one way pada 8-10 Juni dimulai dari KM 189 di ruas Tol Palimanan sampai KM 70 di Gerbang Tol Cikampek Utama atau Cikatama.
Lihat juga:Mengarungi Laut demi Kampung Halaman |
Sistem itu efektif mengurai kepadatan lalu lintas. Namun Budi berpendapat penerapan sistem satu arah bersifat situasional dan dinamis. Jika arus lalu lintas lancar, maka rencananya sistem ini tidak berlaku hingga pukul 21.00 seperti biasanya.
"One way sejauh ini sampai tadi pagi itu berlangsung baik, dan ini menyelesaikan masalah. Hari ini kami akan mengurangi jumlah dari one way yang tadinya sampai jam 9 malam. Kemungkinan kalau tidak ada suatu load yang terlalu banyak, kami akan kembalikan dua arah (contra flow). Hari ini kami coba," jelasnya. (chr/agi)