"Sudah lewat ya. Sampai pagi tadi landai. Hanya di Balikpapan saja cukup banyak," ucap Sigit di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (3/6).
Berdasarkan data hingga pukul 06.04 WIB, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 64.354 orang. Angka ini menurun sekitar 18,95 persen jika dibandingkan tahun lalu mencapai 79.400 penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, kata Sigit, masyarakat juga mulai berani menyeberang pada siang hari. Hal itu karena ada jaminan keamanan dari pihak pelabuhan serta pemerintah sehingga tak perlu lagi menumpuk dan menyeberang pada malam hari khususnya di Pelabuhan Merak.
Jaminan itu muncul dari jalan Tol Trans Sumatra baik operasional maupun fungsional yang sudah bisa dipakai. Petugas keamanan pun disebut banyak berjaga di setiap pos termasuk dalam tol.
PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Merak mencatat telah menyeberangkan 682.446 penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan pada H-7 atau 29 Mei 2019 hingga H-3 atau 2 Juni 2019.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Solikin mengatakan pemudik Lebaran 2019 memang meningkat dibandingkan tahun lalu. Namun, ada indikasi penumpang pengguna jasa penyeberangan meningkat akibat dampak kenaikan harga tiket pesawat.
"Juga beroperasinya jalan tol sepanjang 200 kilometer (Km) di Pulau Sumatera," ujarnya, mengutip Antara, Senin (3/6).
Dia mengatakan pemudik asal Sumatra yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman lebih memilih angkutan penyeberangan, mengingat harganya lebih terjangkau.
[Gambas:Video CNN] (chr/pmg)