"Untuk pembatalan, per-hari bisa 60 hingga 90 tiket," kata Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (3/6).
Eva mengatakan pembatalan tiket disebabkan berbagai alasan, dengan alasan mayoritas adalah perubahan jadwal berangkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatalan tiket ini tidak membuat KAI merugi karena hingga saat ini sudah menjual hingga 957 ribu tiket pada periode mudik, terdorong oleh masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman.
"Biasanya musim lebaran tiket yang dibatalkan, pasti habis lagi," kata Eva. "Jadi pas tiket dibatalkan, bisa langsung rilis (lagi) karena sistemnya online. Jadi mana tempat duduk yang tersedia langsung ketahuan," kata Eva.
Meski pembatalan tiket terbilang lumrah, ia melanjutkan konsumen harus bersabar dalam proses pengembalian uang karena baru kembali ke tangan konsumen dalam 30 hari masa kerja.
"KAI mengembalikan uang tiket itu hanya 75 persen, tapi harus nunggu," kata Eva.
Pada Senin (3/6), jumlah penumpang kereta api tercatat mencapai 26.694 orang di Stasiun Pasar Senen, sementara di Stasiun Gambir 21.901 orang.
Sedangkan jumlah akumulatif (26 Mei hingga 3 Juni) pengguna kereta untuk mudik lebaran di Pasar Senen sudah mencapai 221.948 orang. Sementara di Stasiun Gambir untuk periode yang sama jumlahnya 177.192 orang. (ryh/vws)