"Itu kan memang bisa diakses, ada di Jakarta smart city," kata Anies di Puskesmas Kalideres, Jakarta, Senin (3/6).
Pada pertemuan sebelumnya pun Anies menyatakan bakal kooperatif jika nantinya dimintai kepolisian untuk menggunakan CCTV dalam pengungkapan kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menyatakan setidaknya ada sekitar 7.678 tangkapan kamera dari CCTV yang diakses oleh DKI.
CCTV dijadikan alat bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Anies memastikan bahwa kamera pengintai tersebut dapat dipergunakan semua orang.
Sebelumnya, keberadaan CCTV juga disebut-sebut dapat menjelaskan kronologi aksi 22 Mei yang berujung kerusuhan. Aktivis yang juga pengamat politik Rocky Gerung percaya akan langkah tersebut.
Lihat juga:KontraS Desak Pemerintah Bentuk TPF 22 Mei |
"Suatu waktu nanti ketika kita punya akses untuk melihat seluruh CCTV yang mana adalah milik Gubernur Anies Baswedan," kata Rocky dalam satu sesi diskusi di Rawamangun, Jumat (31/5).
Rocky sendiri mengaku telah melihat beberapa potongan video dari CCTV yang sudah beredar ke publik. Namun ia percaya gambaran lebih utuh mengenai kerusuhan itu dapat terlihat ketika semua rekaman CCTV dibuka ke publik.
(ctr/ain)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)