Menurutnya, memberi dan meminta maaf adalah sikap yang dianjurkan oleh Allah SWT.
"Di hari yang suci dan fitri ini marilah kita saling menebar maaf," kata Said Agil di hadapan jemaah Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (5/6). Tema kutbah kali ini adalah 'Memberi Maaf Membangun Kebersamaan'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said Agil menambahkan, memberi dan meminta maaf dapat menetralisir sikap dendam dan rasa marah oleh masing-masing individu. Katanya, tak semua dendam dan marah itu timbul akibat seseorang enggan memberi dan meminta maaf.
Mantan Menteri Agama itu kemudian menyitir Surat Al Imran ayat 133-134. Kandungan ayat itu, kata Said Agil melekat pada diri para Nabi dan Rasul, sahabat utama Nabi Muhammad SAW, ahli sufi dan orang-orang yang saleh.
Nabi Muhammad SAW juga memberi maaf kepada penduduk Mekkah yang dulu memusuhi dakwahnya, menyiksa dan mengusirnya.
Guru Besar Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut pada dasarnya manusia diciptakan tidak untuk saling bertikai, melainkan mengabdi kepada Allah SWT.
Sudah semestinya, kata dia, manusia menerapkan Alquran dan Assunnah sebagai prinsip utama.
"Sesungguhnya jika setiap tindak kejahatan dibalas dengan kejahatan yang lain, maka hal itu justru akan melahirkan dendam," tuturnya.
"Segera minta maaf jika merasa menyinggung perasaan orang lain merupakan sikap yang mulia," kata Said Agil menambahkan.
Lihat juga:Kelelahan, SBY Tak Ikut Salat Idul Fitri |
"Kebersamaan dapat dibangun jika masing-masing individu memiliki sikap untuk saling memberi pertolongan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)