"Di rumahnya ditemukan bahan-bahan pembuatan bom dan alat untuk membuat bom. Dia belajar (merakit) dari internet melalui handphone," ujar Tito usai salat ied di Masjid Al Ihlas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).
Selain mempelajari cara merakit bom, Rofik juga mempelajari soal paham terorisme dari internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rofik, seorang pria berusia 22 tahun, berusaha meledakkan bom bunuh diri pada Senin (3/6) malam di dekat pos polisi Kartasura. Berdasarkan hasil analisis forensik polisi, Rofik menggunakan bom daya ledak rendah dengan jenis bom pinggang.
Dari hasil penggeledahan di rumah Rofik, ditemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk merakit bom. Polisi menyita dua plastik berisi belerang, satu plastik potasium florat, detonator, kabel dan beberapa benda lainnya di dalam dua boks penyimpanan.
Sebelumnya kepolisian juga menyebut pelaku sebagai amatir yang rekam jejaknya belum terbaca, dan tidak tergabung dalam kelompok manapun.
Pelaku, seorang pegawai swasta yang masih tinggal bersama orang tuanya, disebut polisi terpapar oleh paham ISIS.
(gst/vws)