Moeldoko menyebut pelaku bom bunuh diri, Rofik Asharudin sulit terdeteksi karena bermain sendiri.
"Ini tidak bermain dalam suatu jaringan, sehingga cukup sulit dideteksi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
"Kami jadi belum tahu persis apa latar belakang dia sebagai apa yang menjadi garis perjuangannya, itu yang masih kita dalami ya," ujarnya.
"Tadinya menghadapi lebaran ini sudah cukup bagus, tapi setelah kejadian ini kita semakin meningkatkan upaya keamanan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan penyelidikan dan penyidikan, polisi tetap pada kesimpulan bahwa pelaku bom bunuh diri di Kartasura adalah pelaku tunggal, meski ia pernah mengikuti pengajian yang di dalamnya terdapat seseorang yang terpapar paham terorisme.
"Sampai hari ini, kesimpulan kita sementara sudah mendekati 90 persen, ya bahwa itu adalah lone wolf," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).
Rofik, dikatakan Tito, pernah mengikuti satu pengajian di mana dalam kegiatan itu pernah didapati seorang yang terpapar paham terorisme. Namun setelah diselidiki lebih lanjut, Rofik tidak terjaring dalam kelompok manapun.
