"Jumlah terakhir itu yang datang, 3.292. Yang berangkat pun sama 3.600, hari ini," kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Thofik Winanto kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Thofik, kondisi arus balik di Terminal Kampung Rambutan masih terbilang landai dan belum terlihat lonjakan. Ia memprediksi lonjakan masyarakat yang tiba dari kampung halaman terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, bus-bus yang berasal dari sejumlah daerah menurunkan penumpang di dalam Terminal Kampung Rambutan. Bus tersebut berasal dari daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
"Ini biar enggak terjebak puncak arus balik," kata Irfan.
Irfan mengaku saat di perjalanan sempat terjebak macet di daerah Limbangan, Garut, Jawa Barat. Biasanya Irfan hanya menempuh waktu lima jam dari Tasikmalaya ke Kampung Rambutan, tadi dirinya sampai delapan jam.
"Macet si di daerah Bandrek sama biasa Limbangan, sebelum Nagreg," ujarnya.
Arus balik di terminal Kampung Rambutan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ia mengaku berangkat dari Brebes pukul 08.00 WIB dan sampai di Kampung Rambutan sekitar pukul 15.30 WIB.
Menurut Irfan, dirinya terkena macet hanya saat di Tol Jakarta-Cikampek, sekitar ruas tol Cikarang.
"Dari Brebes jam delapan pagi. Enggak macet. Cuma macet pas di Cikarang," ujarnya.
Wasroni mengaku ingin mengadu nasib di Jakarta. Ia mengaku ikut ke Ibu Kota bersama kakaknya yang tinggal di daerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Mau ke sini (Jakarta) usaha, cari nafkah dari kampung," ujarnya.
Untuk sementara Wasroni akan ikut tinggal di rumah kakaknya tersebut.
"Saya datang sendiri. Enggak bawa anak sama istri," katanya.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)
Arus balik di terminal Kampung Rambutan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)