Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangan resminya mengatakan gempa guguran yang terekam selama periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB amplitudonya 11-24 mm dan berlangsung 46-61 detik.
Selain gempa guguran, BPPTKG juga mencatat dua kali gempa embusan dengan amplitudo 2 mm yang berlangsung 35-43 detik, satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 2 mm yang berlangsung 18 detik, dan gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 70 mm yang berlangsung 42 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada, untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
Meski demikian, menurut dia, objek-objek wisata di sekitar Gunung Merapi seperti Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles dan kawasan lain yang berada di luar radius tiga kilometer dari puncak aman untuk dikunjungi. (antara/eks)