Kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 00.10 WIB di sekitar lapak pemulung Jalan Ruko Rajawali, Gang Gaya, RT 007/001, Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
"Adapun yang terbakar lapak pemulung barang-barang bekas, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Minggu (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penyebab dari kebakaran itu masih diselidiki, dan kerugian materiil masih ditaksir.
"Diduga api berasal dari konsleting listrik, selanjutnya api berhasil dipadamkan dengan bantuan empat personel damkar dengan menggunakan dua unit aparat, atas kejadian tersebut korban jiwa nihil dan kerugian materil belum bisa ditaksir," ucap Argo.
Selain itu, terjadi juga kebakaran di Gudang Perlengkapan Asrama Rindam Jaya, pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan sejumlah perlengkapan siswa Rindam Jaya ikut hangus dilalap api.
Si jago merah juga mengamuk di kontrakan yang berlokasi di wilayah Jalan Petamburan V Gang Mulya RT 003/08, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat sekitar pukul 17.40 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan kerugian materil masih belum ditaksir.
Dua kebakaran terakhir terjadi di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Keduanya terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Pertama , yang terbakar adalah kontrakan beserta warung di wilayah Kampung Poncol. Penyebab kebakaran diduga karena saksi menyalakan lilin saat mati listrik dan menyambar botol kaca bekas tempat BBM. Tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil belum ditaksir.
Api berhasil dipadamkan dengan bantuan 12 unit dinas pemadam kebakaran. Atas kejadian tersebut korban jiwa nihil dan kerugian materil belum dapat ditaksir. (sah/ayp)