Berdasarkan data Twitter hingga Senin (10/6) pukul 11.00 WIB, perbincangan soal #BubarkanFPI mencapai 3.378 kicauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topik soal #BubarkanFPI kembali ramai ketika kerusuhan 21-22 Mei di sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pecah. Sejumlah warganet menuding peran organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu dalam kerusuhan tersebut, meski FPI menepisnya.
Kini, kicauan soal FPI itu muncul kembali setelah hadir petisi bertajuk 'Cabut Status WNI Rizieq Shihab' di situs change.org. Hingga kini, petisi yang diinisiasi oleh warganet 7inta Putih ini sudah ditandatangani oleh 85.367 orang.
Sebagai pertimbangannya, petisi ini menyebut FPI merupakan bagian dari kubu 02 yang tak terima kekalahan di Pilpres 2019 dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah lewat 'people power'. Menurut inisiator, yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah pimpinannya, Rizieq Shihab.
"Jika kita hanya berteriak 'Bubarkan FPI', saya rasa belum cukup, karena Rizieq Shihab pasti akan membentuk Ormas lainnya dengan nama yang berbeda, namun berperilaku sama, seperti yang pernah diutarakannya," tulis petisi itu.
Lihat juga:Perlukah Izin FPI Diperpanjang? |
Sebelumnya, petisi di laman yang sama dengan judul 'Setop Ijin FPI' lebih dulu muncul sekitar sebulan lalu. Saat ini, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 474.866 orang.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengaku tak setuju dengan petisi itu. Ia menilai tak ada yang salah dengan ormas besutan Rizieq Shihab tersebut karena tak pernah berbuat hal-hal negatif seperti makar atau separatisme.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
[Gambas:Video CNN] (arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi