Menurut Wiranto, penjelasan secara jelas dan detail diperlukan untuk menetralisir spekulasi atas peristiwa tersebut yang saat ini berkembang di masyarakat.
"Diberitahukan, disampaikan ke publik sejelas-jelasnya apa yang sebenarnya terjadi dari proses hukum yang berlangsung," kata Wiranto dalam rapat koordinasi antar kementerian dan instansi terkait di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain soal kericuhan, rakor juga membahas hal lain seperti mudik lebaran dan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi.
Wiranto mengklaim mudik lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman. Salah satu indikasinya, kata dia, angka kecelakaan yang mengalami penurunan.
Dari data yang didapat, Wiranto menyebut angka kecelakaan tahun ini hanya 521 peristiwa atau menurun dari angka kecelakaan tahun 2018 yang mencapai 1.491 peristiwa.
Sementara angka korban meninggal dunia, ia menyebut tahun ini berjumlah 132 orang atau menurun dari tahun 2018 yang berjumlah 331 orang.
Meski terjadi penurunan, dia menegaskan pemerintah tetap melakukan evaluasi agar mudik lebaran tahun depan lebih baik.
Sementara terkait sengketa pemilu di MK, ia mengapresiasi semua pihak yang memilih mekanisme peradilan untuk menyelesaikan sengketa.
"Kami berharap agar para kontestan ini tetap konsisten dengan pilihan ini sehingga nantinya menghormati dan menerima keputusan apapun yang disampaikan persidangan MK," ujarnya.
(jps/wis)