Polisi Sebut Ada 'Mastermind' Pengerahan Massa Rusuh 22 Mei

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 15:16 WIB
Polisi Sebut Ada 'Mastermind' Pengerahan Massa Rusuh 22 Mei Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menyebut ada dalang yang mengerahkan massa perusuh pada 21-22 Mei. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohamad Iqbal menyebut ada perencanaan matang di balik kerusuhan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan wilayah lainnya di Jakarta, pada 21 dan 22 Mei 2019.

Iqbal bahkan menyebut ada dalang yang memobilisasi massa ke sejumlah titik kerusuhan itu.

"Sudah ada perencanaan matang, ada mastermind untuk memobilisasi massa dan dimasukkanlah ke beberapa titik [kerusuhan]," kata Iqbal saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).


Menurut dia, keberadaan mastermind ini dipastikan berdasarkan perbedaan massa yang melakukan demonstrasi damai di depan Gedung Bawaslu dengan massa yang merusuh di sejumlah titik. Massa-massa perusuh itu, kata dia, juga menyerang anggota Polri, merusak sejumlah fasilitas polisi dan fasilitas publik.

"Padahal massa yang ada di Bawaslu itu beda, ini massa yang lain (rusuh) yang beda," katanya.

"Masa perusuh dan masa yang menyerang petugas ini sudah ada niat yah, bukan hanya untuk memprovokasi tapi untuk melukai bahkan untuk hilangkan nyawa petugas," ia menambahkan.

Soal kerusakan fasilitas, Iqbal menyebut itu terjadi di beberapa tempat. Misalnya, kata dia, perusakan dua bus Brimob, satu Jeep Rubikon, Toyota Rush milik Birmob, di wilayah Jalan Sabang, Jakarta.

Dia juga menyebut pihak kepolisian telah menangkap pelaku pencuri senjata beserta pelurunya pada saat kerusuhan. Namun, dia belum mau mengungkap tersangka pencurian senjata ini.

"Ada satu senjata Danyon yang dicuri beserta pelurunya tapi alhamdulillah personel kami yang tegabung dalam tim penangan rusuh ini sudah dapat temukan pelaku dan barbuknya tapi dijelaskan nanti bukan hari ini," kata dia.

(tst/arh)