Yuntri menduga polisi memiliki motif politis dan sudah merencanakan untuk menyeret Kivlan dalam kasus ini.
"Iya, kita membantah, kita khawatir Iwan itu ada indikasi dipaksa, sudah di-planning sama polisi. Ada kemungkinan demikian," kata Yuntri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah [aksi Supersemar] itu sudah dilakukannya. Dan Pak Kivlan sekarang mencari-cari, kemana dia [Iwan]," kata Yuntri.
Selain itu, Yuntri turut menyinggung bahwa Kivlan sengaja dibidik akibat perang pernyataan dengan Wiranto pada Bulan Februari 2019 lalu di media massa.
Kala itu, Kivlan pernah mengungkapkan dugaan keterlibatan Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998.
"Jadi ini dimanfaatkan oleh orang-orang itu, untuk membekap Pak Kivlan sekarang-sekarang ini, demo-demo ini, khawatir kami," kata dia.
Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menyebut Kivlan merupakan sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Indonesia. (rzr/wis)