Fadli tak membeberkan cerita apa saja yang menurutnya bias. Dia hanya menyebut insiden kerusuhan di sekitar Gedung Bawaslu seharusnya diungkap lebih holistik dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pembentukan TGPF juga penting demi menghindari lahirnya konflik kepentingan karena pemerintah saat ini merupakan aktor dari politik yang tengah berlangsung.
Fadli pun menyampaikan pembentukan TGPF akan memberikan kejelasan seputar latar belakang, pelaku, korban, hingga kerugian yang ditimbulkan dari insiden kerusuhan di sekitar Gedung Bawaslu.
"Sehingga ada independensi dari tim ini untuk membongkar apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa sampai timbul korban jiwa, kemudian mungkin bisa dipelajari tentang siapa yang melakukan dan seterusnya," kata dia.
Sebelumnya, Polri mengungkap sejumlah aktor yang diduga terlibat dalam kerusuhan 22 Mei dan rencana pembunuhan empat tokoh nasional.
Kadiv Humas Polri Irjen Mohamad Iqbal menyebut ada perencanaan matang di balik kerusuhan di depan Gedung Bawaslu dan wilayah lainnya di Jakarta, pada 21 dan 22 Mei 2019 silam.
Iqbal bahkan menyebut ada dalang yang memobilisasi massa ke sejumlah titik kerusuhan itu.
Lihat juga:Menhan Sebut Tim Mawar Tak Terkait TNI Kini |
Menurut dia, keberadaan mastermind ini dipastikan berdasarkan perbedaan massa yang melakukan demonstrasi damai di depan Gedung Bawaslu dengan massa yang merusuh di sejumlah titik. Massa-massa perusuh itu, kata dia, juga menyerang anggota Polri, merusak sejumlah fasilitas polisi dan fasilitas publik. (mts/wis)