FPI Jakarta Akui Tak Ada Instruksi Kawal Sidang Prabowo di MK

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 06:26 WIB
FPI Jakarta Akui Tak Ada Instruksi Kawal Sidang Prabowo di MK Ilustrasi FPI. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Muchsin Alatas Idar mengatakan pihaknya belum berencana menurunkan personel untuk mengawal jalannya sidang PHPU Pilpres 2019 yang digugat kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang pendahuluan PHPU Pilpres 2019 sendiri digelar MK pada Jumat (14/6).

Meski begitu, Muchsin menyebut FPI tak melarang jika ada anggotanya yang datang ke MK untuk mengawal gugatan Prabowo-Sandi tersebut.

"Kami tidak ada arahan, tidak ada instruksi untuk anak-anak kami di bawah untuk kegiatan ini. Tapi kami juga tidak melarang untuk masyarakat mengawal sidang MK," ucap Muchsin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (12/6).


Muchsin juga menyampaikan sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan atau informasi dari anggotanya yang hendak ikut turun ke MK.

Namun ia meminta bagi anggota FPI atau kelompok masyarakat lain yang hendak datang ke MK untuk menjaga situasi aman dan damai.

"Saya sampai saat ini belum dapat laporan anak-anak yang akan hadir. Kalaupun ada yang hadir, wajib mereka menjaga kemanan, kedamaian," ucap dia.

Hal serupa juga dilakukan Persaudaraan Alumni 212 yang juga menjadi basis pendukung Prabowo-Sandi. Mereka menyampaikan belum tentu datang ke MK pada Jumat ini.

"Saya belum tahu, belum ada arahan untuk ke MK," ucap Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbar kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/6).

Sebelumnya, Sekretaris FPI Kota Bandung Ahmad Kurniawan meralat pernyataannya yang menyatakan bakal mengirimkan ratusan anggotanya ke MK untuk mengawal sidang sengketa Pilpres 2019.

Ia diketahui sempat menyebut akan tetap mengirim ratusan massa ke MK meski tak ada penugasan khusus dari DPP FPI.

Sidang pendahuluan PHPU Pilpres 2019 gugatan Prabowo-Sandi akan digelar MK Jumat (14/6). MK sendiri wajib memutus perkara ini pada Jumat 28 Juni 2019.

[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)