Sebelumnya, sejumlah kader senior Demokrat mengkritik Rachlan, Wasekjen Andi Arief, serta Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaean lantaran kerap melontarkan pernyataan yang membuat gaduh.
Menurut Rachlan, wajar jika dalam satu partai terdapat perbedaan pandangannya. Karena itu dirinya akan berkomunikasi langsung dengan para senior di Demokrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para kader senior Demokrat yang tergabung dalam GMPPD juga meminta Rachlan meminta maaf atas sikapnya selama ini. Mengenai hal itu, Rachlan tidak menjawab tegas apakah bakal melakukan apa yang didambakan para kader senior atau tidak.
"Sudah. Namanya Lebaran, orang meminta dan memberi maaf. Termasuk saya," kata Rachlan.
"Selebihnya saya no comment. Saya tidak mau berbantahan dengan sesama kader di hadapan orang lain," tambah dia.
Mereka menganggap ada permasalahan di internal partai. Salah satunya adalah ada beberapa pengurus yang kerap membuat gaduh dengan pernyataan-pernyataannya. Misalnya dengan membenturkan Demokrat dengan partai, tokoh, dan komunitas lain.
Pengurus yang dimaksud antara lain Wasekjen Andi Arief, Rachlan Nashidik, dan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahaean.
"Saudara Ferdinand Hutahaean, Rachlan Nashidik dan Andi Arief kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan," tutur para kader senior melalui siaran pers yang dibacakan di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (13/6).
"Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi," lanjut para kader senior.
[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)