Menurutnya, GMPPD yang digawangi oleh anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua bersama sejumlah kader senior lain tersebut bukan organisasi resmi Demokrat.
"[GMPPD] tidak berhak mendorong kongres. Kami para DPC seluruh Sulut mendesak ketua umum menindak organisasi ilegal ini," kata Nortje dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya arah Demokrat kepada SBY, termasuk terkait penyerahan tongkat estafet kepemimpinan partai ke salah satu putranya, AHY atau Ibas.
Namun semua itu harus dilakukan lewat mekanisme kongres yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, bukan KLB.
Mereka juga menganggap AHY sebagai satu-satunya tokoh yang dapat dicalonkan pada Pilpres 2024. Mereka pun mendesak agar Demokrat menggelar KLB.
"Kalau KLB kita tidak susah-susah. Pak SBY tinggal minta AHY melanjutkan memimpin partai ini. Tidak ada masalah," kata Max di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Kamis (13/6).
Mengenai itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin meminta kepada seluruh kader partainya untuk berhenti menggelontorkan isu KLB. Permintaan itu disampaikan Amir melalui instruksi kepada seluruh kader Demokrat.
"Seluruh kader diminta untuk tidak bicara lebih lanjut soal KLB dan hal lain terkait dengan itu," ucap Amir dalam instruksinya yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (14/6).
[Gambas:Video CNN] (osc/mts/osc)