Priyo mengatakan jika presiden menjabat dua kali seperti saat ini, ia menyebut berpotensi terjadi penyalahgunaan wewenang.
"Ke depan apa perlu ya untuk petahana ini, cukup sekali tapi tujuh tahun, misalkan. Sebab kalau dua periode ini wah ini memang sehebat apapun lawan ya modar juga, artinya dia berat maksudnya," kata Priyo dalam diskusi Polemik di d'Consulate, Jakarta, Sabtu (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang untuk head to head dengan incumbent ini ya bukan pekerjaan mudah. Kita ingin pemilu siapapun yang maju mestinya harus terjamin suasana yang jujur dan adil," ujarnya.
Gugatan itu telah dibacakan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sidang pendahuluan, Jumat (14/6). Sidang akan dilanjutkan Selasa (18/6), dengan agenda mendengar jawaban KPU, Jokowi-Ma'ruf, dan Bawaslu atas gugatan Prabowo-Sandi.
[Gambas:Video CNN] (dhf/lav)