Menurutnya, jatah tersebut akan diberikan mengingat pasca reformasi aktivis 98 belum pernah ada yang menjabat sebagai menteri.
"Sebagian besar sudah ada yang menjabat Bupati, di DPR, Wali Kota, atau jabatan yang lain. Namun saya juga dengar ada yang belum, saya lihat di menteri belum," ujar Jokowi.
Mendengar pernyataan itu, sejumlah peserta acara meneriakkan nama politikus PDIP Adian Napitupulu yang kebetulan berada satu panggung dengan Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi pada kesempatan itu hanya menyampaikan semua aktivis 98 punya peluang menjadi menteri, pejabat BUMN, hingga Duta Besar. Peluang itu bisa menjadi nyata jika orang tersebut memiliki kapasitas dan syarat yang ditetapkannya.
Anggota DPR dari PDI Perjuangan Adian Napitupulu duduk santai di sela-sela pelantikan anggota DPR RI periode 2014-2019, Rabu (1/10). CNN Indonesia/Hafidz Mukti |
Jokowi mengatakan salah satu syarat yang dibutuhkan Aktivis 98 untuk menjadi pemimpin adalah memiliki keberanian dalam mengeksekusi sebuah keputusan dalam kondisi apapun.
Jokowi menyampaikan Aktivis 98 merupakan pelaku sejarah. Ia mengatakan semua pihak harus berani mengevaluasi segala hal yang sudah dan akan dikerjakan oleh pemerintah.
"Kita harus berani mengoreksi apa yang masih harus dikerjakan apa yang masih kurang, apa yang harus diselesaikan ini menjadi koreksi kita," ujar Jokowi.
Lebih dari itu, Jokowi kembali menegaskan sudah tidak memiliki beban jika kembali menjabat sebagi presiden. Atas klaim itu, ia mengaku akan lebih leluasa mengambil kebijakan bagi kepentingan negara ke depan.
"Saya dalam lima tahun ke depan Insyaallah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi keputusan-keputusan yang bila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (panji/gil)
Anggota DPR dari PDI Perjuangan Adian Napitupulu duduk santai di sela-sela pelantikan anggota DPR RI periode 2014-2019, Rabu (1/10). CNN Indonesia/Hafidz Mukti