Sabilul menilai dari rekaman CCTV saat perampokan terjadi, kelompok perampok tersebut nampak tidak amatir. Mereka terlihat sudah ahli dan profesional dalam melakukan perampokan.
Dalam rekaman tersebut terlihat kelompok itu langsung memasuki gerai toko emas dan membongkar tempat disimpannya emas. Selain itu mereka juga menunjukkan senjata api yang telah dibawa.
"Mungkin saja (residivis). Bukan kelompok amatir," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pelaku) masih tiga, mohon doanya (untuk penangkapan)," ucapnya.
Sabilul meminta masyarakat yang mengetahui peristiwa perampokan tersebut atau memiliki informasi untuk memberitahukannya kepada polisi. Hal tersebut untuk membantu polisi melakukan penangkapan.
Pada Sabtu (14/6) lalu terjadi perampokan di Toko Emas Permata, Balaraja, Tangerang oleh kawanan perampok bersenjata api.
Para perampok tersebut berhasil mengambil sejumlah perhiasan dengan total enam kilogram emas senilai Rp1,6 miliar.
Saat beraksi, pelaku membawa senjata tajam dan senjata api jenis pistol. Warga yang melihat aksi tersebut tak berani mencegah karena pelaku membawa senjata.
[Gambas:Video CNN] (gst/gil)