Hal ini disampaikan Hermansyah saat bersaksi dari pihak Prabowo-Sandiaga Uno selaku pemohon dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6).
"Saya merasa terancam sering ada mobil yang kerap berhenti di rumah saya. Tapi ini masih asumsi (ancaman atau bukan)," ujar Hermansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa Anda tak lapor ke polisi? Anda merasa mendapat tekanan meski tidak saat bersaksi di sini," tanya Palguna.
"Terancam tapi belum lapor karena belum ada (ancaman) yang saya terima secara fisik," jawabnya.
Hermansyah mengaku pernah menerima ancaman fisik pada tahun 2017. Hal itu terungkap ketika anggota tim hukum Prabowo, Teuku Nasrullah menanyakan ancaman fisik itu kepada Hermansyah.
"Saat itu Anda ditusuk-tusuk? Masih ada bekas lukanya?" tanya Nasrullah.
"Ya masih, ada di leher," jawabnya.
Saat itu Hermansyah diserang oleh sejumlah orang ketika melintas di kawasan Tol Jagorawi pada pukul 04.00 WIB. Peristiwa itu bermula ketika mobilnya bersenggolan dengan pelaku penusukan.
Mereka sempat terlibat cekcok hingga akhirnya pelaku menusukkan pisau ke arah Hermansyah.
[Gambas:Video CNN] (psp/ugo)