"Itu yang pokok bukan persoalan kekhawatiran menghadapi perkara, selama ini karena soal kesehatan," kata Maqdir saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu (18/6).
Terkait kapan dia akan pulang ke Indonesia, Maqdir mengatakan semua tergantung dokter yang memeriksa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maqdir mengatakan Sjamsul berada di Singapura sejak 2001 silam. Sejak saat itu juga, kliennya belum pernah kembali ke Jakarta.
"Sampai sekarang kita belum ditunjuk jadi kuasa hukum. Sehingga kalau ada pihak KPK mencoba hubungi Kami pasti kita enggak bisa membantu mereka," kata Maqdir.
Namun keduanya selama ini masih berkomunikasi dengan Sjamsul terkait perdata di PN Tangerang, sehingga tahu kondisi Sjamsul terkini.
"Pertanyaannya di mana Sjamsul Nursalim, dia jelas ada alamatnya di Singapura, KPK juga tahu alamatnya jelas, kalau kurang jelas kita juga bisa beritahu. Dia tidak ke mana-mana," kata Otto.
Maqdir menambahkan bahwa kliennya masih berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) meski sudah menetap di Singapura.
Ia dan istrinya dijerat dengan pasal Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
[Gambas:Video CNN] (sah/osc)