Saksi Prabowo: WA-Facebook Saya Dikloning Disebut Mau Bom KPU

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 20:35 WIB
Saksi Prabowo: WA-Facebook Saya Dikloning Disebut Mau Bom KPU Saksi Prabowo-Sandi, Beti mengungkapkan akun medsosnya dibajak dengan berisi ancaman akan bom KPU. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Beti Kristiana mengaku nomor WhatsApp dan akun Facebook pribadinya dikloning orang tak dikenal.

Dalam akun Facebook yang disebut dikloning itu, muncul unggahan rencana pengeboman di KPU oleh suami istri. 

"Saya mendapat intimidasi di WhatsApp dan Facebook saya dikloning orang," ujar Beti saat menyampaikan keterangan dalam sidang sengketa pilpres 2019 di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (19/6). 


Beti mengatakan, ancaman itu berawal setelah dirinya mengunggah video ke Youtube. Video itu merupakan hasil rekaman miliknya yang memuat temuan amplop bertandatangan diduga berisi C1 asli yang berserakan di halaman kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. 


Akun Facebook yang dikloning itu, kata Beti, mengunggah informasi perencanaan pengeboman di KPU oleh suami istri. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa suaminya merakit bom. 

"Orang-orang yang tahu tanya 'suami sing endi Mbak Beti?' (suami yang mana). Sepengetahuan mereka saya tidak bersuami. Baru mereka percaya ini bukan (Facebook) Mbak Beti," katanya. 

Sebelum dikloning, Beti mengatakan ponselnya juga sempat mati mendadak. Usai mati itu, baru muncul unggahan tersebut di WhatsApp dan akun Facebooknya. Beti juga mengaku sempat ditelepon seseorang yang mengaku dari transportasi online Grab.

"Dia bilang, 'Bu, mau dijemput di mana?'. Padahal saya tidak pernah pesan. Orang itu kemudian bilang 'Ibu ini penipuan'," tuturnya. 


Ia kembali menerima telepon serupa. Orang yang menelepon pun disebut Beti menanyakan hal yang sama. "Dia tanya 'Pesanan ibu mau diantar di mana?'," kata Beti. 

Anggota hakim konstitusi Suhartoyo sempat menanyakan maksud kloning yang disebut Beti. Namun Beti mengaku tak tahu persis. 

"Kalau kloning itu digandakan kan?" tanya Suhartoyo. 

"Ya saya enggak tahu bahasanya seperti apa, pokoknya seperti itu," jawabnya. 


Suhartoyo lantas menanyakan apakah Beti pernah mendapat ancaman langsung. Sebab, menurut hakim, kloning WhatsApp dan Facebook itu bukanbentuk ancaman langsung yang diterima Beti. 

"Secara konkret bentuk ancaman langsung apa?" tanya Suhartoyo. 

"Tidak ada. Saya hanya merasa jiwa saya terancam," ucap Beti. 

[Gambas:Video CNN] (psp/DAL)