Hal ini disampaikan Ganjar saat memberikan pelatihan saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Hotel El Royale Jakarta pada Februari lalu. Anas saat itu menjadi perwakilan dari calon legislatif Partai Bulan Bintang yang mendukung pasangan calon nomor urut 01 itu.
"Pak Gubernur Jateng saat itu menunjukkan data statistik bahwa untuk memenangkan (01) aparat sebaiknya tidak netral. Beberapa kali disampaikan, kalau netral buat apa," ujar Anas saat menyampaikan keterangan sebagai saksi dalam sidang sengketa pilpres di ruang sidang MK, Jakarta, Rabu (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dari Ganjar, Anas juga menerima materi pelatihan dari Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto tentang strategi memenangkan suara dengan menyebut pasangan calon 02 identik dengan ekstrem dan radikal. Hal ini sempat ditanyakan Ketua Tim Hukum Prabowo, Bambang Widjojanto.
"Diksinya memang ekstrem, radikal, khilafah banyak diselipkan. Dan itu sudah umum di medsos," ucap Anas.
Ia juga mengaku menerima materi tentang strategi pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sumatera yang disebut harus ditaklukkan melalui kepala daerah dan dukungan logistik.
"Jadi dari lurah sampai KPPS. Kalau bisa atur (strategi) sampai ke sel terkecil, ke KPPS-nya," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)