Kuasa hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah, mengungkit kasus kematian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat meminta MK menunda sidang.
"Kita sudah melihat, sudah disampaikan teman-teman dinas kesehatan, KPU juga membenarkan, ada tujuh ratus orang KPPS meninggal karena kelelahan," kata Nasrullah dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6) dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Prabowo Pantau Sidang di MK dari Ruang Kerja |
"Keberatan Yang Mulia, keberatan itu dikait-kaitkan," ucap Ali.
Ketua Majelis Hakim Anwar Usman menengahi perdebatan dua kubu. Ia berkata MK telah menangkap maksud Paslon 02 untuk meminta penundaan sidang.
Hal serupa sebenarnya juga sudah diminta tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf. Namun tidak diterima MK karena keterbatasan waktu sidang sengketa Pilpres 2019.
Hakim Anwar pun memberi kesempatan bagi KPU dan Jokowi-Ma'ruf untuk menanggapi. Setelah itu, ia memutuskan untuk menolak permohonan.
"Kalau begitu ya kita teruskan," kata dia.
Seperti diketahui, dalam Pilpres 2019 ada kejadian KPPS meninggal dunia saat bertugas. Hingga 16 Mei 2019, KPU menyebut 486 orang petugas meninggal dunia, sedangkan 4.849 orang sakit.
[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)