Marsudi merupakan ahli IT yang dihadirkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dia menuturkan yang sering dipermasalahkan pun sebenarnya bukan situng melainkan situs dari situng yang tidak ada di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian informasi dari yang ada di situng, kata Kisworo, kemudian divirtualisasi atau seolah-olah dibuat cerminannya yang berupa situng yang biasa dilihat.
"Sesungguhnya situng yang sebenarnya hanya bisa diakses dari dalam KPU, dan dilengkapi dengan berbagai macam keamanan termasuk lokasi-lokasi termasuk di bencana misalnya," tuturnya.
Marsudi mencontohkan dulu pernah situng dirancang untuk di tiga lokasi di KPU. Namun dua lokasi tidak boleh diketahui keberadaannya oleh siapapun karena merupakan cadangan jika terjadi bencana.
Di samping itu, Marsudi menyatakan Situng KPU pun diatur agar tidak menguntungkan salah satu peserta dalam kontestasi pemilu.
"Ya kalo melihat data ini tidak ada [menguntungkan salah satu pihak]," kata Marsudi. (gst/asa)