Aku & Jakarta

Kerak Telor Generasi ke-8 Keluarga Fikri

Artho Viando & Artho Viando, CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 19:22 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Fikri atau yang kerap disapa Opik di kampung halamannya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan adalah pedagang kerak telor yang sudah turun temurun dari tahun 1969.

Opik merupakan keturunan ke-8 dan masih berjualan hingga kini. Mulai berjualan bersama orang tuanya berdagang ke Monas sejak duduk di bangku SMP pada tahun 1975 Opik mengaku harga kerak telor satu porsinya hanya 500 perak.

Menurut pengakuan Opik kerak telor pertama kali di temukan oleh Engkong Encin warga asli Warung Buncit dan diturunkan ke anaknya yang bernama Udin dan berkembang ke warga-warga sekitar. Sehingga daerah Warung Buncit bisa disebut juga sebagai kampung kerak telor, dan rasa kerak telor sebenarnya berasal dari daerah ini. Ada juga orang Jawa Barat yang membuat kerak telor namun Opik mengatakan rasanya akan berbeda dengan kerak telor asli Mampang karena serundeng dan bumbu asli buatan tangan orang Warung Buncit yang tidak bisa Opik sebutkan.

Opik juga mengtakan kerak telor ini juga bisa dibilang sebai jajanan langka karena hanya ada di pasar malam atau di pasar rakyat dan untuk hari-hari biasa hanya ada hari Sabtu dan Minggu di Setu Babakan, selain hari ini tidak ada yang berjualan kerak telor.