Anas yang juga bekerja sebagai tenaga ahli fraksi PKB di DPR RI ini, mengatakan materi itu dibawakan dalam acara Training of Trainers (TOT) di sebuah hotel di bilangan Jakarta, 20-21 Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim Manahan kemudian bertanya apakah materi itu sifatnya mengajak, memotivasi, atau sekadar menyatakan sebuah keadaan.
"Maka itu kita perlu mengantisipasinya agar pemilu yang akan datang," ujar Anas.
Orang yang mengungkitnya adalah Hairul Anas, yang mengklaim sebagai kader Partai Bulan Bintang.
Hairul dalam kesaksian kemarin mengaku menjadi peserta TOT dan mendapat materi 'Kecurangan Bagian Demokrasi'.
Menurut Hairul, materi itu disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko. Sebaliknya, Anas menyebut Moeldoko tak membawakan materi itu.
Anas juga menyatakan Hairul sebenarnya tidak hadir dalam acara TOT itu.
"Setelah kemarin ada kesaksian menyatakan mengikuti acara, saya tanya ke tim saya, 'Apa benar ada peserta?' Setelah dicek, ternyata tidak ada nama Hairul Anas," kata Anas.
Anas menyebut setelah itu ia dan tim mengecek ke surat mandat dari PBB untuk acara itu. Lalu ada nama Hanas yang serupa dengan Hairul Anas.
Kemudian ia mengecek silang nama Hanas ke perwakilan PBB yang juga hadir di acara itu. Lalu diketahui Hanas adalah Hairul Anas.
Anas juga menyatakan dalam forum itu ada kesempatan tanya jawab. Pernyataan itu merespons Hairul yang menyebut tidak ada tanya jawab.
[Gambas:Video CNN]
(dhf/wis)