PBNU Dukung Pemerintah Pulangkan WNI Eks Pendukung ISIS

CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 22:58 WIB
PBNU Dukung Pemerintah Pulangkan WNI Eks Pendukung ISIS Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung jika pemerintah memulangkan warga Negara Indonesia (WNI) mantan simpatisan ISIS yang terlantar di Suriah.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di kediaman cawapres Ma'ruf Amin, Menteng, Jakarta, Jumat (21/6).

"Saya kira, kemanusiaan itu, apalagi terhadap warga negara sendiri, harus terus diupayakan," ujar Helmy.


Helmy yakin setiap manusia bisa berubah. Termasuk juga warga negara Indonesia yang sempat menjadi bagian dari ISIS.
Oleh karena itu, Helmy menganggap tidak ada yang salah jika pemerintah Indonesia memulangkan warga negara yang terlantar di Suriah meski pernah menjadi ISIS.

"Kalau kemarin terpapar ISIS dan seterusnya, ya, sebagai bangsa negara yang tetap melindungi kemanusiaan, saya kira tidak ada salahnya kita melakukan upaya kembali untuk menerima," kata Helmy.

Meski begitu, Helmy mengatakan ada banyak hal yang perlu dilakukan pemerintah terhadap para mantan simpatisan ISIS sekembalinya ke Indonesia. Misalnya, harus melakukan deradikalisasi.

Pengawasan ketat juga perlu dilakukan. Menurutnya itu perlu dilakukan agar mereka tidak menyebarkan paham radikal.

"Isolasi dalam artian yang dilakukan pengawasan yang ketat," ucap Helmy.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bakal memulangkan WNI mantan ISIS yang terlantar di Suriah. Mereka bakal ditampung di Kementerian Sosial.

"Kami akan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama Kemensos. Kami punya tempat di Kemensos yang nanti akan menampung, kemudian Kementerian Agama," ucap Dirjen Pencegahan BNPT Brigjen Hamli di Hotel Goodrich, Jakarta.

[Gambas:Video CNN] (bmw/ugo)