Menurut keterangan Kapolres Bekasi Kota Komisari Besar Indarto, keenam orang korban berada di lahan kosong pukul 21.00 sebelum tiba-tiba tiga mobil yang membawa sekelompok orang masuk ke lokasi. Keributan terjadi kemudian dikatakan terjadi penembakan.
"Ada sekitar 20 orang datang ke sana, cekcok langsung diserang," kata Indarto dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban dilarikan ke RSUD Kota Bekasi. Pada Sabtu malam, semua korban luka sudah pulang kecuali satu orang yang masih dalam perawatan.
Keenam korban serangan merupakan penjaga lahan kosong menurut keterangan kuasa hukum korban, Budiyono. Semuanya diminta berjaga oleh salah satu pihak yang terlibat sengketa lahan.
Budiyono menjelaskan korban diminta menjaga lahan 1.700 m persegi oleh Acam bin Mendung ahli waris Zaelani Hamid. Acam saat ini bersengketa dengan perusahaan properti dan seorang ahli waris lainnya.
"Acam sekarang posisinya ditahan atas laporan pengembang dengan tuduhan penipuan sampai pemalsuan," kata Budiyono.
Budiyono meminta kepolisian serius menangani kasus ini mengingat adanya penggunaan senjata api. Indarto mengatakan pihaknya masih menyelidiki dan memburu pelaku. (fea)