Jenazah telah dimasukkan ke dalam peti dan rencananya akan diserahkan ke keluarga korban malam ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, belasan mobil ambulans tampak bersiap di lapangan parkir RS Bhayangkara Polda Sumut. Selain itu, sejumlah keluarga korban juga telah menunggu di rumah sakit itu. Mereka sebelumnya telah menyerahkan data-data serta sampel DNA untuk dicocokkan dengan DNA korban.
"Jadi membutuhkan beberapa tahap identifikasi, dari struktur gigi dan DNA," ujarnya.
Sementara itu, salah satu keluarga korban Suwarno mengaku dipanggil oleh petugas DVI pada Minggu (23/6) sore untuk mencocokkan data anaknya, Sawitri, yang menjadi salah satu korban.
"Saya ditunjukkan foto jenazah anak saya," ujarnya.
"Dia juga biasa pakai baju lengan panjang dan rompi. Malam ini juga anak saya langsung dimakamkan," ungkap Suwarno.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di pabrik pemantik (korek api gas) di Dusun II Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat siang, sekitar pukul 12.00.
Akibat kejadian ini, 30 orang dinyatakan tewas, lima di antaranya merupakan anak-anak. Korban tewas karena terjebak di salah satu ruangan lantaran tak bisa meloloskan diri dari kobaran api yang cepat membesar.
[Gambas:Video CNN] (arh/fnr/arh)