"Dari informasi dan semua data yang terkumpul, dimutakhirkan kekuatan gempa magnitudo 7,4," kata Dwikorita dalam konferensi pers seperti dilansir dari CNN Indonesia TV, Senin (24/6).
Dwikorita menegaskan gempa berjenis tektonik, berkedalaman 220 kilometer, dan disebabkan aktivitas subduksi Laut Banda akibat deformasi batuan dengan dengan model pergeseran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono |
BMKG, kata dia, belum menerima informasi akibat gempa tersebut. Namun demikian, dari kekuatan gempa, guncangan terasa di sejumlah daerah mulai dari Tual, Sorong, Dobo Alor, Fak-Fak, dan Kupang dengan intensitas gempa beragam.
"Tidak ada satu pun yang menunjukkan ke anomali permukaan air laut. Tidak ada tsunami. Kami terus memonitor," ujar Rahmat.
(ain)
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono