BW Sebut Tim Jokowi Drama Tak Penting Laporkan Saksi Beti

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 22:37 WIB
BW Sebut Tim Jokowi Drama Tak Penting Laporkan Saksi Beti Ketua Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto selaku pemohon mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019.
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto meminta kepada tim hukum TKN Jokowi-Ma'ruf agar tidak membuat drama yang tidak penting. Salah satunya dengan rencana melaporkan saksi Beti Kristiana ke kepolisian.

Diketahui, Tim Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf berencana melaporkan saksi yang dihadirkan BPN Prabowo-Sandi, Beti Kristiana ke kepolisian atas dugaan pemberian kesaksian palsu.

"Mari bertarung dengan value. Kita sedang membuat sejarah, jangan membangun dengan drama-drama yang enggak penting," kata Bambang di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (24/6).


Bambang menegaskan pihaknya tidak ingin ada suatu drama dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Lebih baik semua pihak fokus kepada hal-hal yang bersifat substansial.


Bambang seolah tidak ingin merespons rencana tim hukum TKN lebih jauh. Dia hanya mengatakan tim hukum BPN hanya ingin fokus agar proses hukum di MK berjalan dengan baik.

"Kami melakukan public accountability, mempertanggungjawabkan apa yang sedang kami lakukan kepada republik," kata Bambang.


Sebelumnya, ketua Tim Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Yusril Ihza Mahendra sempat melontarkan rencana untuk melaporkan Beti Kristiana ke kepolisian. Menurutnya, Beti telah memberikan keterangan palsu saat bersaksi dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi Rabu lalu (19/6).

Beti sendiri merupakan saksi yang dihadirkan tim hukum BPN Prabowo-Sandi. Beti membawa amplop untuk menyimpan surat suara yang dianggap Yusril palsu.

"Ini serius ya masalah amplop ini karena diduga palsu. Kemudian ada kemungkinan selesai sidang ini, kami mewakili Jokowi-Ma'ruf apakah beliau ingin saksi ini ditindaklanjuti secara pidana ya. Nanti kami konsultasikan ke beliau," kata Yusril saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Jumat (21/6).

[Gambas:Video CNN] (bmw/ain)